Adalah Emile Heskey yang beranggapan seperti itu, Sebagai mantan pemain Arsenal, Heskey percaya dengan kemampuan mantan klubnya tersebut, tapi dengan syarat, Wenger dan tim arahannya juga dituntut untuk selalu membenahi lini belakang dan tampil konsisten sampai akhir musim.

Klub London Utara, Arsenal, dipercaya bakal mampu mengakhiri puasa gelar yang sudah lebih dari satu dekade melanda, dengan skuat yang mereka miliki saat ini. Sebagai informasi, tim arahan Arsene Wenger memang sudah lama tak memenangkan gelar Liga primer Inggris, sejak terakhir kali di tahun 2004 silam.

Sejak saat itu, mereka selalu kesulitan untuk bersaing memperebutkan titel tersebut lagi. Performa yang inkonsisten dan cedera yang kerap mengganggu jadi salah satu penyebab utama kenapa mereka tak pernah meraih gelar yang sama selama lebih dari satu dekade terakhir.

Tapi, pada kampanye musim ini, dengan skuat yang bagus, The Gunners menjadi salah satu favorit juara melihat performa mereka yang mengagumkan. Pada pertandingan terakhirnya, Tim arahan Arsene Wenger sukses mengemas kemenangan telak 3-1 atas Stoke City. Kemenangan tersebut membuat the Gunners kini menjadi pemuncak klasemen dengan 34 poin , sementara Chelsea maish belum melakoni Matchdays ke-15.

Terkait catatan bagus dan tren positif tersebut, Emile Heskey selaku mantan pemain Arsenal menilai bahwa kompisisi skuat The Gunners musim ini bisa mengakhiri paceklik gelar Liga primer Inggris.

"Saya rasa mereka pantas untuk menjadi juara musim ini pada akhir musim. Mereka punya para pemain yang sangat mengagumkan. Ketika Anda memberi mereka ruang, mereka punya para pelari dari posisi berbeda, Anda bisa mengambil salah satunya dan mereka punya pemain lainnya. Selama mereka bisa bertahan dengan kuat, seperti yang telah mereka tunjukkan, menurut saya mereka punya peluang yang bagus," Demikian Ujar Heskey seperti dikutip Daily Star.

 

Ditegaskan oleh manajer asal Prancis tersebut bahwa kemenangan dalam laga melawan Deportivo La Coruna kemarin sejatinya merupakan kemenangan yang sulit diraih tim arahannya. Zidane juga meminta kepada Sergio Ramos cs untuk tidak terlena dengan rekor tak terkalahkan tersebut.

Real Madrid baru saja berhasil melanjutkan tren positif dengan menjaga jarak di puncak klasemen sementara La Liga spanyol. Tak hanya itu saja, kemenangan atas deportivo La Coruna menghadirkan rekor tak terkalahkan di 35 pertandingan terakhir secara beruntun. Namun demikian, pelatih Zinedine Zidane mengatakan bahwa suatu saat nanti, Timnya pasti bakal telan kekalahan.

Pelatih asal Prancis tersebut patut bangga akan torehannya sebagai manajer Real Madrid, kendati belum genap dua musim menukangi Raksasa La Liga Spanyol, Zidane sudah menoreh sederet prestasi yang layak untuk banggakan. Prestasi terbarunya adalah, mencatatkan rekor tak terkalahkan di 35 pertandingan terakhir Los Blancos secara beruntun.

Ya, setelah berhasil mengalahkan deportivo La Coruna dalam lanjutan la Liga Spanyol jornada ke-15 pada minggu dinihari (11/12) WIB, waktu setempat, rekor tersebut resmi dicapai Zidane. Meski begitu, Zidane tak lantas merasa terlena, dia yakin suatu saat nanti, tim arahannya bakal telan kekalahan juga.Tapi, rekor tak terkalahkan tersebut diharap Zidane bisa menjadi penyemangat bagi tim arahannya agar bermain bagus.

"Saya tidak merasa bahwa tim ini akan terus menjadi tim yang tidak terkalahkan, suatu saat nanti, kami pasti akan kalah. Sisi baiknya adalah bahwa para pemain menyadari, selain kerja keras, kami memiliki sikap yang positif untuk meraihnya. 35 pertandingan tak terkalahkan memberikan kami kekuatan. Namun, pada hari ini kami mendapatkan hal yang sulit, kami butuh perjuangan yang sangat keras dan berat untuk memenangkannya” ujar Zidane..

Juara Liga Primer Inggris musim 2015/16, Leicester City, berhasil mendatangkan amunisi anyar yang cukup berkualitas pada bursa transfer musim panas ini. Sosok tersebut adalah kapten Sevilla musim lalu, Vincente Iborra, yang telah sepakat untuk kontrak berdurasi empat tahun di King Power.

Kesepakatan transfer ini tercapai akhir pekan kemarin, dan Leicester City sendiri resmi mengumumkan keberhasilan mereka pada selasa lalu (04/07) waktu setempat. Menurut informasi yang kami dapatkan, Leicester City sendiri harus menghabiskan dana sebesar 12,9 juta Poundsterling untuk mendatangkan Vincente Iborra dari raksasa La Liga Spanyol tersebut.

Demgan demikian, Iborra resmi menjadi amunisi anyar kedua yang direkrut Leicester City pada kesempatan bursa transfer musim panas tahun ini. Sebelumnya, The Foxes memang berhasil mendaratkan bek Harry Maguire dari tangan Hull City. Terkait dengan kepindahanya ini, Iborra mengaku sangat senang, dan berharap segalanya berjalan baik di musim debutnya pada ajang Liga Primer Inggris bersama Leicester City.

"Saya sangat senang bisa berada di sini bersama Leicester City dan saya menantikan pengalaman bermain di Liga Primer bersama rekan-rekan setim saya yang baru musim depan,"

"Segala hal tentang klub ini nampak berjalan dengan baik dan merupakan hal yang menyenangkan bertemu dengan rekan-rekan setim saya yang baru. Saya telah berbicara dengan mereka tentang kota dan klub ini jadi saya sudah tidak sabar untuk memulainya." Demikian Ujar Iborra sebagaimana dilansir laman resmi Leicester city.

Pelatih Leicester City, Craig Shakespear sendiri mengaku sangat senang atas tercapainya transfer ini, dia yakin Iborra akan menjadi salah satu amunisi penting dalam ambisi klub finish di tempat yang lebih baik pada kampanye musim 2017/18 mendatang.

Musim kemarin, Leicester City sendiri nyaris kolaps, beruntung pemecatan Ranieri dan ditunjuknya Craig Shakespear, membuat mereka terhindar dari degradasi dan finish di peringkat ke-11 pada akhir musim.

Striker Internaisonal Polandia tersebut mengungkapkan bahwa Die Roten selalu menderita secara fisik setiap melewati paruh musim selama dilatih Pep Guardiola. Secara tidak langsung, Lewy menyebut bahwa manajer asal Catalan selalu mewajibkan tim asuhannya untuk bekerja keras di Tiap pertandingan.

Pep Guardiola, mantan manajer sukses FC Barcelona ini tengah keteteran dalam usahanya membawa Manchester City meraih gelar Premier League meski baru separuh jalan. Terkait hal tersebut, salah seorang eks arahan pep di Bayern, Robert Lewandowski, mengungkapkan kelemahan dari sistem yang diterapkan manajer asal Catalan itu.

Seperti diketahui, setelah sukses bersama Barcelona selama empat tahun, kemudian memutuskan istirahat selama satu musim, Pep Guardiola memang akhirnya resmi menangani Bayern sejak 2013. Nah, berdasarkan penuturan Lewandowski sendiri, selama Guardiola menangani Bayern, sang juru latih asal Spanyol selalu meminta anak asuhnya untuk tampil habis-habisan sejak awal musim, hanya sedikit pemain yang mampu bertahan total hingga musim benar-benar berakhir.

Gagalnya Bayern Munchen di ajang Liga Champions Eropa disebut-sebut sebagai kekurangan Pep selama menukangi klub, namun Lewandowski percaya segalanya akan lebih baik di bawah arahan manajer anyar, Carlo Ancelotti.

"Faktanya, kami justru merasa jauh lebih baik di paruh kedua musim ini, Secara fisik dan taktik, kami lebih baik. Kami selalu memiliki masalah ketika menjelang akhir musim selama dua tahun terakhir, baik secara fisik dan juga kendala cedera." Demikian ujar pemain asal Polandia seperti dikutip Bild.

Adapun Bayern Munchen sendiri saat ini tengah menggelar pusat pelatihan di Qatar guna mempersiapkan lanjutan kampanye musim 2016/17. Di klasemen sementara bundesliga, mereka duduk di puncak, sedangkan Manchester City arahan Pep berada di urutan keempat klasemen Premier League.