Sanjungan itu dituturkan oleh kiper andalan Barcelona, Marc-Andre ter Stegen, yang dalam waktu dekat akan bersaing dengan Buffon di babak perempat final Liga Champions Eropa. Kiper Internasional Jerman tersebut juga memuji konsistensi Buffon di usianya yang akan memasuki kepala empat.

Gianluigi Buffon, setelah keberhasilannya tetap konsisten bermain dalam level tinggi di usia 39 tahun, penjaga gawang Juventus itu terus mendapatkan sanjungan. Yang terbaru, dia disebut sebagai sosok legenda danmerupakan idola bagi seluruh penjaga gawang saat ini.

Sebagaimana diketahui, Buffon mulai dikenal sebagai sosok kiper hebat sejak masih berkostum AC Parma, dia kemudian ditebus oleh Juvetnus pada tahun 2001. Sejak bersama dengan Bianconneri, karir Buffon melesat cukup tajam, dia telah memenangkan sejumlah gelar juara sejak merapat ke Turin. Bahkan, sang pemain tetap berada di level yang tinggi meski usianya sudah 39 tahun.

Hal inilah yang menghadirkan sanjungan bagi sejumlah pihak, termasuk diantaranya kiper Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen. Dia bahkan, tak hanya menganggap Buffon sebagai sosok legenda, tapi juga sebagai idola bagi seluruh penjaga gawang saat ini.

"Dia adalah seorang Legenda, dan itu tidak hanya di Italia, namun juga di Seluruh dunia. Bagi saya, dia adalah idola, tapi tidak hanya bagi saya, untuk semua kiper, di samping itu, dia adalah pria yang baik,"

"Buffon masih bermain di level dimana biasanya Anda sudah tidak lagi dapat menawarkan kinerja pada level tertentu. Namun justru yang terjadi adalah sebaliknya, dimana dia sama sekali tidak menunjukkan penurunan performa seiring bertambahnya usia."

Kedua penjaga gawang ini akan saling berhadapan dalam pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Champions Eropa pada 12 April mendatang di Juventus Stadium, Turin.

Bek Kribo asal Brazil tersebut merasa senang dengan talenta yang dimiliki gelandang Belgia. Luiz juga senang karena bisa memiliki rekan berkualitas seperti eden hazard, dan golnya dalam perrtandingan melawan Arsenal kemarin sedikit mengingatkan dirinya dengan legenda tim Samba, Ronaldinho.

Eden Hazard, gelandang andalan Chelsea tersebut berhasil mencetak gol indah dalam pertandingan kontra Arsenal akhir pekan kemarin. Mungkin gol tersebut bakal jadi yang terbaik di Premier League musim ini, bahkan David Luiz sampai teringat dengan sosok legenda asal Brazil karenanya, Ronaldinho.

Sebagaimana diketahui, pekan kemarin, Chelsea memainkan laga kandang melawan salah satu rival sekota mereka, Arsenal. Dalam pertandingan tersebut, the Blues berhasil meraih kemenangan telak 3-1 atas The Gunners. Salah seorang pemain yang mencetak gol dalam laga tersebut adalah Eden Hazard.

Gelandang Internasional Belgia secara fantastis menggiring bola dari tengah lapangan, melakukan aksi solo run, melewati sejumlah hadangan pemain bertahan Chelsea sebelum kemudian mencetak gol dengan menaklukan Petr Cech. Gol indah itu kemudian mendapatkan aplause dari para fans Chelsea yang memenuhi Tribun Stamford Bridge.

Gol tersebut diklaim bakal jadi gol terbaik Premier League musim ini, bahkan, David Luiz pun sampai teringat dengan sosok legenda Brazil, Ronaldinho. Bek Kribo itu juga senang memiliki sosok rekan bertalenta tinggi sekelas Eden Hazard.

"Ini fantastis, Ini mengingatkan saya sedikit tentang Ronaldinho - itu luar biasa. Saya menyukai talenta Eden dan saya menyukainya sebagai manusia jadi saya menikmati memiliki rekan seperti ini di tim." ujar Luiz.

Berkat kemenangan tersebut, Chelsea semakin kokoh di puncak klasemen sementara Premier League dengan keunggulan sembilan poin dari rivl terdekat, Tottenham Hotspur.

 

Dituturkan oleh manajer asal Catalan tersebut bahwa dia melihat para pemain Chelsea dengan postur tinggi menjulang saat sesi latihan pemanasan sebelum berlangsungnya pertandingan. Guardiola merasa terintimidasi saat menyaksikan hal tersebut.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali berbicara mengenai kekalahan yang ditelan tim arahannya dalam lanjutan Liga Primer Inggris tengah pekan kemarin. Diakui oleh sang manajer bahwa dia memang terintimidasi oleh para pemain The Blues dalam laga tersebut.

Sebagaimana diketahui, Citizen bertandang ke Stamford Bridge Stadium untuk menjalani matchdays ke-31 tengah pekan kemarin. Dalam pertandingan tersebut, Manchester City dipastikan kehilangan tiga poin setelah Eden Hazard mencetak dua gol, sedangkan mereka hanya mampu membalas lewat satu gol saja.

Kekalahan itu rupanya masih menghantui manajer Pep Guardiola, dia bahkan menilai bahwa dirinya sendiri merasa terintimidasi saat menyaksikan para pemain Chelsea berlatih di pinggir lapangan sebelum laga berlangsung. Hal tersebut sempat membuat Pep merasa kesulitan menemukan solusi bagi timnya untuk melewati hadangan para pemain The Blues.

"Sebenarya saya pribadi tidak suka tim saya bermain reaktif, saya lebih suka dengan tim yang pro aktif . Saya senang memainkan peran utama di sebuah pertandingan dan kami melakukannya. Saat mereka menguasai bola, maka kami berusaha untuk merebutnya kembali, ya, kami mencoba hal tersebut."

"Namun tentu saja hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan, ketika kami melihat sesi latihan sebelum pertandingan, saya melihat para pemain Chelsea, , mereka semua bertinggi dua meter, kuat, cepat. Ada sebelas pemain di sana, amat sulit untuk mencari solusi, namun kami tetap berusaha melakukan hal tersebut." tutur mantan manajer Barcelona di Metro.

Hal tersebut dituturkan oleh manajer Diego Simeone, dimana meskipun tim asuhannya akan bermain di Markas lawan, berhadapan dengan tim terbaik dunia terutama saat bermain di kandang sendiri, Atletico Madrid harus tetap percaya diri jika ingin segala sesuatunya berjalan dengan baik.

Atletico Madrid akan memperjuangkan satu tempat mereka di final Copa Del Rey musim ini meski telah kalah pada partai leg pertama semifinal melawan Barcelona. Bertandang ke Camp Nou pada leg kedua tengah pekan ini, Los Rojiblancos dinilai harus percaya terhadap kualitas mereka sendiri.

Sebagaimana diketahui, partai leg pertama kompetisi Piala Raja ini memang telah berlangsung sepekan yang lalu di Estadio Vicente Calderon yang merupakan markas dari Atletico Madrid. Bermain di kandang sendiri, Atletico Madrid justru pada akhirnya telan kekalahan tipis 1-2 dari Raksasa Catalan, hal ini semakin menipiskan peluang mereka untuk melangkah ke Final.

Kendati demikian, Pelatih Diego Simeone merasa bahwa masih ada harapan untuk Griezmann Cs memenangkan pertandingan tersebut dan melangkah ke babak final. Kuncinya adalah percaya terhadap diri sendiri jika memang ingin segala sesuatunya berjalan dengan baik di Camp Nou nanti.

“Memang, sangat mudah untuk berbicara, namun faktanya, hal yang berpengaruh adalah performa yang kami tunjukkan di atas lapangan. Kami harus tetap mampu bermain dengan intensitas yang sama dengan saat kami bermain dengan performa terbaik musim ini, berusaha untuk merasa nyaman dengan diri sendiri sebagai tim. Dengan demikian, apa yang kami inginkan bakal terjadi”

"Kami menghadapi tim yang sangat kuat di kandang, jadi ini akan jadi laga yang sulit. Mereka mungkin adalah tim terbaik di dunia. Tapi apa pun yang saya katakan saat ini tidak berpengaruh banyak. Semua tergantung pada apa yang terjadi di atas lapangan. Hasil yang bisa membuat saya puas hanyalah lolos ke final." Demikian ujar Sang Entrenador kepada Reporter.